Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2012

Lembaga Gus Dur

A. Mustofa Bisri *
http://majalah.tempointeraktif.com/

Tidak seperti umumnya organisasi lain, Nahdlatul Ulama (Kebangkitan Ulama) boleh dikatakan lahir hanyalah mewadahi yang sudah ada. Sebelum jam’iyah NU lahir pada 1926, sudah ada komunitas atau jama’ah yang terdiri atas ulama dan para pengikut mereka. Itulah masyarakat pesantren. Struktur organisasi NU pun-berbeda dengan struktur umumnya organisasi-lebih mirip dengan pesantren. Sementara di pesantren ada kiai sebagai pemimpin, pengendali, pengarah, dan seterusnya, di NU ada Syuriah.

TRAGEDI RAJA RAMSES II

Haris del Hakim
http://forum-sastra-lamongan.blogspot.com/

Raja Ramses II adalah salah satu penguasa Mesir paling populer pada tahun 3000 SM. Karakternya diabadikan dalam teks kitab suci agama Islam dengan menggunakan gelar Fir’aun.

Ramses digambarkan sebagai penguasa yang tiran dan despotik. Pada masa kekuasaannya terjadi pembunuhan besar-besaran terhadap bayi-bayi laki-laki yang baru lahir. Ramses sama sekali tidak menghiraukan isak tangis orang tua mereka. Semua itu berdasarkan ramalan para dukun istana bahwa salah satu dari bayi itu bakal menjadi musuh yang menyebabkan kematiannya.

ISLAM IN NETHERLAND: Prospect and Challenge

A. Syauqi Sumbawi
http://sastra-indonesia.com/

Sketsa Historis

Kontras dengan apa yang banyak dipikirkan masyarakat Barat, terdapat sejarah panjang tentang interaksi antara masyarakat Belanda dan Islam —yang merupakan bagian dari masyarakat kolonial di Hindia Belanda dan wilayah Karibia. Akan tetapi, hanya sebagian kecil dari komunitas Muslim di Belanda saat ini yang berasal dari migrasi post-kolonial. Sebagian besar Muslim di Belanda adalah tenaga kerja imigran dari Maroko dan Turki.

KIDUNG IMANENSI RUMI DI BALIK JUBAH MUSA

Imamuddin SA *
http://sastra-indonesia.com/

Untuk tiap-tiap umat itu ada rasulnya (QS. Yunus, ayat 47). Berdasarkan ayat tersebut, dalam tiap umat manusia pasti memiliki seorang rasul di setiap zamanya. Rasul tersebut diutus tuhan hanya untuk menyampaikan ajaran kebenaran tentang esensi Tuhan yang telah diselewengkan dan bahkan diingkari oleh suatu umat. Ia mengajak sekaligus mengarahkan mereka yang berada dalam kesesatan agar kembali pada jalan yang benar serta memperoleh keselamatan di dunia dan akhirat. Hal tersebut ia lakukan dengan meneladankan sifat dan sikap yang terpancar melalui perkataan maupun perbuatan.

Kitab Al-Fath Ar-Rabbani, Petuah Tasawuf Berbasis Tauhid (1-3 Habis)

Redaktur: Chairul Akhmad
Reporter: Nashih Nashrullah
http://www.republika.co.id/

(1)
Dalam dunia tasawuf, olah spiritual riyadhah memiliki dimensi yang sangat luas. Apalagi olah spiritual itu menyangkut dimensi yang tak tersentuh oleh indera. Jiwa, hati, dan nafsu adalah merupakan satu dari rahasia Allah yang terus coba digali oleh para pencari kebenaran.

Karakteristik Filsafat Islam

Mujtahid
http://www.uin-malang.ac.id/

TAMPILNYA filsafat Islam di arena pemikiran merupakan hasil interaksi agama Islam dengan faktor ekstern. Faktor ekstern yang dimaksud adalah budaya dan tradisi non Islam yang sepanjang sejarah diwakili oleh Eropa dibelahan Barat, serta India, Iran, dan Cina di belahan Timur.

Cara Sastra(wan) Empati terhadap Bencana

Jusuf AN*)
http://sastra-indonesia.com/

Serasa masih belum kering air mata negeri ini atas tregedi tsunami yang terjadi Atceh (2004), gempa bumi di Pangandaran (2005), Yogyakarta (2006), Padang (2009). Masih belum tuntas duka warga Sidoarjo dari lumpur Lapindo (sejak 2006) yang menelan rumah dan harta benda mereka. Belum sembuh benar luka-luka negeri ini akibat bencana-bencana yang meluluh lantakkan bumi, menelan harta benda dan menghilangnan ribuan nyawa; dan kini serentetan bencana kembali terjadi secara beriringan; banjir bandang di Wasior (4/10), tsunami di Mentawai (26/10), dan letusan gunung Merapi Yogyakarta yang hingga sekarang masih mendebarkan.

“Ekstrem Tengah” itu Bernama LESBUMI

Akhiriyati Sundari
Majalah BASIS, Nomor 09-10, Tahun ke-59, 2010

Perbincangan tentang Nahdhatul Ulama (NU) dalam banyak literatur yang beredar sejauh ini masih didominasi oleh pergulatannya dalam lingkup politik dan sosial-keagamaan. Ranah kebudayaan, dalam hal ini wacana budaya, justru sedikit sekali tampak dalam tulisan-tulisan para peneliti.

SYEIKH NAWAWI AL BANTANI

Syaifullah Amin
http://www.nu.or.id/

Para Ulama Makkah pun Berguru kepadanya Kemasyhuran dan nama besar Syeikh Nawawi al-Bantani kiranya sudah tidak perlu diragukan lagi. Melalui karya-karyanya, kira-kira mencapai 200-an kitab, ulama kelahiran Kampung Tanara, Serang, Banten, 1815 M ini telah membuktikan kepada dunia Islam akan ketangguhan ilmu ulama-ulama Indonesia.

Fansuri, Ulama Sastrawan

Marzuzak SY
http://www.serambinews.com/

Tanah Aceh ini, sejak lampau merupakan lahan subur lahirnya para ulama yang juga pujangga (sastrawan). Sekarang sangat sedikit pengetahuan generasi karena minimnya membaca sejarah dan mengapresiasi karya sastrawan. Apalagi pendekatan dan materi pembelajaran bahasa dan satra di sekolah-sekolah, khususnya sastra daerah (Aceh) hampir tak menyentu aspek apresiasi, guru mati kreatifitas dan kaku sehingga tak menumbuhkan motivasi peserta didik untuk mengenal ranah kesusastraan daerah lebih dalam.

RUBAYAT

http://forum-sastra-lamongan.blogspot.com/

Hamzah Fansuri

Hamzah Fansuri di dalam Makkah
Mencari Tuhan di Baitil Ka’bah
Dari Barus ke Kudus terlalu payah
Akhirnya dijumpa di dalam rumah

Tasawuf Dapat Meningkatkan Akhlak Mulia

Marsudi Fitro Wibowo*
http://www.republika.co.id/

“Dan barangsiapa yang menta’ati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni’mat oleh Allah, yaitu: Nabi, para shiddiqqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.” (QS An-Nisaa’: 69)

Sasterawan Sufi Agung Syeikh Hamzah al-Fansuri

Wan Mohd. Shaghir Abdullah
http://ulama.blogspot.com/

SYEIKH Hamzah al-Fansuri telah banyak dibicarakan orang, namun tidak dapat dinafikan perkara-perkara baru sentiasa ditemui oleh para peneliti. Pada mukadimah ini saya nyatakan bahawa tanpa diketahui siapakah yang pertama mengkhayal rupa tokoh agung sufi Nusantara itu, sehingga ditemui gambar imaginasi beliau.

Hamzah Fanzuri – Sang Sufi Sastrawan

Risa Umami
http://pesantrenbudaya.com/?id=247

RIWAYAT HIDUP HAMZAH FANSURI

Syeikh Hamzah Fansuri adalah seorang cendekiawan, ulama tasawuf, dan budayawan terkemuka yang diperkirakan hidup antara pertengahan abad ke-16 sampai awal abad ke-17. Nama gelar atau takhallus yang tercantum di belakang nama kecilnya memperlihatkan bahwa pendekar puisi dan ilmu suluk ini berasal dari Fansur, sebutan orang-orang Arab terhadap Barus, sekarang sebuah kota kecil di pantai barat Sumatra yang terletak antara kota Sibolga dan Singkel sampai abad ke-16 kota ini merupakan pelabuhan dagang penting yang dikunjungi para saudagar dan musafir dari negeri-negeri jauh.

Sastra Sufi dalam Syair Perahu

Mahdi Idris *
http://blog.harian-aceh.com/

SASTRA menurut Luxemburg didefinisikan sebagai ciptaan atau kreasi yang merupakan luapan emosi dan bersifat otonom. Dalam bahasa Arab, sastra disebut Al-Adab, yang berarti perkataan yang indah dan jelas, dimaksudkan untuk menyentuh jiwa mereka yang mengucapkan atau mendengarnya baik berupa syair maupun natsr atau prosa.

Setelah Empat Tahun Cak Nur Wafat

Gugun El-Guyanie
http://www.suaramerdeka.com/

”Tuhan akan mengutus seorang pembaharu pada pembukaan abad” (Al-Hadist)
Dari hadist di atas bisa ditangkap secara epistemologis, kelahiran seorang pembaharu sosial, mengikuti siklus seratus tahunan. Dalam konteks ini Nurcholis Madjid, yang tepat 29 Agustus diperingati haul ke-4, adalah seorang pembaharu yang diutus Tuhan dalam siklus seratus tahunan.

Menapaki Jejak Gus Dur

Puji Hartanto
http://www.jawapos.com/

BUKU berjudul Jagadnya Gus Dur; Demokrasi, Pluralisme, dan Pribumisasi Islam yang ditulis KH Zainal Arifin Thoha ini adalah buku yang mengulas jejak langkah, pemikiran-pemikiran dan gerakan Gus Dur. Mulai gerakan kultural (sebagai ketua umum PB NU) sampai pada struktural (menjadi presiden keempat RI).

Sastra dan Spiritualitas (2)

Yudi Latif
http://www.kompas.com/

Sastra-Tulis dan Spiritualitas
Ketika tradisi lisan beralih ke tradisi tulisan, para mistikus dan penulis kreatif terus berusaha mempertautkan bahasa jiwa sebagai vibrasi dari semesta ini. Mereka mencoba menangkapnya dengan menerjemahkan dari bidang pengalaman dan ujaran ke bahasa tulis. Sejak itu, para pencari dan penganut keyakinan berusaha menulis dan mencari literatur spiritualitas untuk menemukan makna dan wawasan (insight). Penulisan kreatif dan literatur berperan penting dalam semua tradisi agama sebagai ekspresi dari ketuhanan.

Sastra dan Spiritualitas (3)

Yudi Latif
http://www.kompas.com/r

Sastra-Spiritualitas Nusantara
Tradisi sastra-spiritualitas juga memantul di kepulauan Nusantara, antara lain dengan menggunakan bahasa Melayu. Bahasa Melayu telah mengalami banyak perkembangan sebelum ia digunakan sebagai alat bagi sastra metafisika dan filosofis Islam. Kedatangan para pelayar Arab dan kaum misionaris, terutama sejak penyebaran Islam di Nusantara, mulai mengenalkan huruf-huruf abjad Arab sebagai simbol-simbol tertulis bahasa Melayu (Al-Atas, 1969).

Sastra dan Spiritualitas (4)

Yudi Latif*
http://www.kompas.com/

Ancaman Fanatisisme
Modus keagamaan yang menekankan dimensi spiritualitas-puitik, yang memberi tempat bagi pengucapan unconscious mind, sungguh selaras dengan pandangan dunia klasik alam nusantara. Dalam Islam Observed (1968), Clofford Geertz melukiskan gaya klasik Islam Indonesia sebagai iluminasionisme, dengan pandangan dunianya yang bersifat sinkretik, selaras dengan ethosnya yang bersifat adaptif, gradualistik, estetik dan toleran. Gaya seperti ini menurutnya bertahan setidaknya hingga awal abad 19.

KH Abdul Ghofur Membangun Lingkungan

Ninuk Mardiana Pambudy
Kompas, 17 Juni 2006

Ketika sekitar 30 tahun lalu mulai memimpin Pondok Pesantren Sunan Drajat yang diamanatkan ayahnya, KH Abdul Ghofur mewarisi pesantren yang kecil. Daerah Lamongan, Jawa Timur, yang kering ikut memengaruhi kesejahteraan masyarakat setempat dan juga pondok.

Cukuplah Hanya Musailamah yang Permalukan Diri Sendiri

Jalaluddin
http://www.republika.co.id/

Musailamah termasuk salah seorang yang mendakwakan dirinya ‘nabi’, setelah wafatnya Rasululah SAW. Berbagai upaya ia lakukan guna menarik perhatian dalam menggalang dukungan dari masyarakat. Laki- laki yang ‘kebelinger’ ini tampaknya memang telah mempersiapkan diri secara matang. Karya sastra yang disusun Musailamah diketengahkannya sebagai tandingan ayat-ayat Alquran. Maksudnya, agar orang percaya, kalau dia pun mendapat wahyu, sebagaimana halnya Rasulullah SAW.

Balaghah, Keindahan Bahasa Arab (1-3)

Redaktur: Chairul Akhmad
Reporter: Dyah Ratna Meta Novia
http://www.republika.co.id/

(1)
Balaghah dan bayan dalam bahasa Arab memiliki makna yang merujuk pada retorika atau kejelasan dan keindahan bahasa. Namun, jika kedua istilah tersebut ditambahi awalan ilm atau ilmu maka keduanya berarti retorika, yakni ilmu tata cara berbicara yang bagus.

LATAR BELAKANG AL-KINDI

Posted by Miftahul Ulum
http://paulsangpujangga.blogspot.com/

A. Biografi Al-Kindi

Al-Kindi, nama lengkapnya adalah Abu Yusuf Ya’cup Ibnu Ishaq Ibnu Al-Shabbah Ibnu Imron Ibnu Muhammad Ibnu Asy’as Ibnu Qais Al-Kindi. Al-Kindi dilahirkan di Kufah sekitar tahun 185 H (801 M) dari keluarga kaya dan terhormat. Sedikit sekali informasi yang kita peroleh tentang pendidikannya. Ia pindah dari Kufah ke Basrah, sebuah pusat studi bahasa dan teologi Islam. Kemudian selagi masih muda, ia menetap di Baghdad, ibu kota kerajaan Bani Abbas, yang juga sebagai jantung kehidupan intelektual pada masa itu.

Terpikat Rumi 8 Abad…

Binhad Nurrohmat
http://www.korantempo.com/

Dan bila Dia menutup semua jalan dan celah di hadapanmu – Dia akan menunjuk satu setapak rahasia yang tak seorang pun tahu! (Jalaluddin Rumi, Diwan-Syamsi-Tabriz, 765)

Juru bicara terpenting dan tersohor dari Barat mengenai mistikus-penyair Jalaluddin Rumi, Annemarie Schimmel, pernah menulis: “Tidakkah aneh, mistikus abad ke-13 dari Balkh, yang bekerja di Anatolia dan terpukau kekuatan cinta mistis yang nyaris tak mungkin dibayangkan, bisa relevan dengan manusia modern abad ke-20?” Bagi Schimmel, Rumi telah mencurahkan banyak petunjuk untuk kehidupan kita melalui pancaran filosofis puisinya.

Lan Laku Kala Mangsane

Akhiriyati Sundari
http://sastra-indonesia.com/

Setiap pertemuan selalu menyematkan risalah sebagai salah satu rahasia penting dalam hidup. Nyaris selalu. Kadang ia begitu menggelisahkan. Kadang ia menjadi begitu sukar dirumuskan. Namun tak jarang justru ia menjadi hal remeh-temeh yang luput dari pandangan sekaligus membisik lirih; “abaikan!”. Setiap pertemuan lantas berubah ujud menjadi sebuah koleksi peristiwa yang layak disematkan sebagai “berharga”. Untuk sedikit saja menyebutnya, misal lipatan nuansa yang terbangun pada saat pertemuan terhadap sesuatu yang “baru” dalam hidup; pengetahuan. Mungkin seperti Nabi Adam yang bertemu dengan bergugus-gugus nama. Lalu hadir sesuatu yang dirasa sebagai ‘berbeda’.

LIGA MUSLIM SEDUNIA: Tantangan Terberat Dunia Islam adalah Campur Tangan Asing

http://saripedia.wordpress.com/

Rabithah Alam Islami atau Liga Muslim Sedunia adalah organisasi Islam Internasional Terbesar yang berdiri di Makkah Al-Mukarommah pada 14 Zulhijjah 1381 H/Mei 1962 M oleh 22 Negara Islam. PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) mengelompokkanya sebagai organisasi non pemerintah dan termasuk anggota UNESCO serta anggota pengamat OKI (Organisasi Konperensi Islam).

Peta Baru Dunia Islam, Siapa Untung?

Herry Nurdi *
http://majalah.hidayatullah.com/

Dalam jurnal Armed Force Journal, Juni 2006, seorang Perwira Intelijen Amerika Serikat (AS) menuliskan sebuah laporan menarik. Dalam tulisannya, Ralp Peters, nama perwira itu, membeberkan peta baru untuk Timur Tengah dan Asia Selatan. Menurut sang perwira, peta ini memang tidak mencerminkan doktrin resmi Departemen Pertahanan AS, Pentagon. Namun peta ini dijadikan bahan ajar dalam training-training perwira yang bertugas di NATO dan juga dijadikan materi pelatihan perencanaan militer dalam National War Academy.

Maulid Nabi dan Pencerahan

Aguk Irawan MN
Republika, 16 Mei 2004

Dalam literatur sejarah Arab ada satu zaman yang paling busuk. Saat itu hukum rimba telah menjadi merk kehidupan masyarakat. Orang kaya menindas orang miskin; penguasa bertindak semena-mena; yang kuat mempermainkan yang lemah; dan kaum wanita diperlakukan hanya sebagai pemuas hawa nafsu seksual kaum laki-laki belaka. Bahkan pemberian Tuhan akal yang paling berharga, hampir tak diberi hak untuk berpikir. Jazirah Arab pada saat itu memang dalam puncak kegelapan dan kerendahan moral.

Masjid Kordoba

http://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Kordoba

Mezquita atau Masjid Córdoba ialah sebuah katedral di Spanyol yang dahulu merupakan sebuah masjid. Pada masa kekuasaan Islam di Spanyol Córdoba adalah ibukota Spanyol di bawah pemerintahan dinasti Umayyah. Setelah Reconquista atau Penaklukkan Kembali Spanyol oleh kaum Kristen, gedung ini diubah fungsi menjadi sebuah gereja dengan katedral gotik yang dimasukkan ke tengah gedung berarsitektur Moor ini. Sekarang keseluruhan gedung dipakai sebagai gedung katedral diosese Córdoba di Spanyol.

PUstakapuJAngga.com

Sastra-Indonesia.com