Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2012

Pendidikan; Prospek Pembentuk Karakter Budaya *

Nurel Javissyarqi **
http://sastra-indonesia.com/

Bismillahirrohmanirrohim, saya awali makalah ini. Sebelumnya maaf pengantarnya panjang, lantaran saya perlu sesuaikan tema yang sudah tertandai. Anggaplah sebab musababnya materi kan tersampaikan atau asbabul wurud, demi dapati pijakan realitas kata-kata nan terwedar. Kebetulan saya tengah hijrah di bumi Reog, memang tak jauh dari tanah kelahiran Lamongan yang kini terpijak, ibu pertiwi jiwa-raga ini. Tetapi bagaimana pun suasana hijrah taklah menyenangkan, ada rindu mungkin sedalam kerinduan para muhajir ke tanah suci, seperti mendamba surga di bawah telapak kaki ibu.

Perahu Nu-h-santara Pasca Meluapnya Krisis Dunia

Sabrank Suparno *
http://sastra-indonesia.com/

1. Kepulauan Indonesia Membentuk Sketsa Perahu

Satu lagi yang disingkap tekhnologi mengenai ketakterdugaan nusantara, yakni desain alamiah bentuk pulau di bumi jika dilihat dari foto satelit NASA. Seperti diinformasikan Emha Ainun Nadjib pada pengajian Padhang mBulan 4 Juni 2012, bahwa kepulauan Indonesia dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Irian Jaya, hingga Nusa Tenggara berjajar menyerupai perahu.

Penelusuran Khazanah Manuskrip Pesantren

Agus Sulton
_Radar Mojokerto, 8 Juli 2012

Penelusuran naskah menyimpan keunikan tersendiri, selain belajar tentang pemetaan penyebaran naskah, pihak lain juga mengetahui tradisi masyarakat dalam menyalin termasuk fungsi naskah itu sendiri, dan beberapa cerita-cerita rakyat yang masih dipegang oleh penuturnya. Setidaknya mengetahui adat berbudaya masyarakat berupa; slametan ritual, nyadran (bersih desa atau sedekah desa), ritual kepercayaan batin, dan sebagainya.

RONGOWARSITO: Dari Santri Bengal Jadi Pujangga Agung

Mulyadi SA
majalah Misteri, edisi 20 Sep-04 Nov 2008

Nama Raden Ngabehi Ronggowarsito memang sudah tidak asing lagi. Dia adalah seorang pejangga keraton Solo yang hidup pada 1802-1873. Tepatnya lahir hari Senin Legi 15 Maret 1802, dan wafat 15 Desember 1873, pada hari Rabu Pon. Pujangga yang dibesarkan di lingkungan kraton Surakarta ini namanya terkenal karena dialah yang menggubah Jangka Jayabaya yang tersohor hingga ke mancanegara itu. Hingga sekarang kitab ramalan ini masih menimbulkan kontroversi.

Mengenal Bapak Pendidikan Islam Indonesia; (KH. Hasyim Asyari dan KH. A. Dahlan)

Kiki Mikail, SQ.
http://ipi2010.blogspot.com/

Pendahuluan

Telaah ilmiah terhadap perkembangan pemikiran islam dalam kehidupan sosial dan pendidikan Indonesia kontemporer tentunya tidak dapat kita pisahkan dari pemikiran dan perjuangan KH. Hasyim Asyari dan KH. Ahmad Dahlan. Dua sosok penting ini, selain berhak menyandang gelar pahlawan nasional juga berhak menyandang gelar sebagai bapak pendidikan Islam di tanah Air Indonesia. kiprah dan perjuangannya yang begitu sentral, utamanya di dalam bidang pendidikan telah menentukan arah pendidikan di tanah air, sebuah pendidikan yang berbasis keislamaan namun tetap sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman (al-muhafazhah alal qadim as-Shalih wal akhdu al-jadid al-aslah).

Nuansa Spiritual dalam Karya Sastra

Dwi Rejeki
http://www.suarakarya-online.com/

Karya sastra bertemakan religi ternyata selalu dimintai pembaca. Paling tidak bisa dilihat dari hasil survei “Rumah Sastra” sebuah lembaga swadaya masyarakat yang bergerak khusus dalam bidang pengamatan karya sastra bernafaskan Islam, yang diadakan baru-baru ini.

Bekerja sama dengan Departemen Agama “Rumah Sastra” dihadirkan pembicara Yudi Latif (pemikir kebudayaan), Stanislaus (St) Sunardi (ahli sastra dan filsafat Islam), dan Abdul Hadi Wiji Muthari (WM) yang dipandu oleh Radhar Panca Dahana (penyair/esais).

Mufti Jamaluddin Al-Banjari: Berpengaruh Besar pada Literatur Melayu

Riau Pos, 22 Juli 2012

NAMA lengkap Mufti Jamaluddin al-Banjari adalah Jamaluddin bin Syeikh Muhammad Arsyad al-Banjari. Ia lahir pada 1780 di Banjar (kini Banjarmasin), Kalimantan Selatan, Indonesia. Ayahnya bernama Syeikh Muhammad Arsyad al-Banjari, merupakan tokoh ulama terkenal asal Kalimantan Selatan. Jamaluddin al-Banjari memperoleh pendidikan agama dari ayahnya sendiri.

Konspirasi Dajjal Gugat

Sabrank Suparno *
http://sastra-indonesia.com/

Pembahasan tentang Dajjal yang diangkat Cak Nun pada pertemuan Padhang mBulan 4 Juli 2012, berehubungan dengan riset plus umroh ke tanah suci yang dilaksanakan Cak Nun bersama anak dan istrinya bertepatan hari ulang tahun Cak Nun, yakni 27 Mei. Sebagaimana ulang tahun sebelumnya (sekitar 27 Mei 2011), Cak Nun juga melakukan umroh yang sama (saat Wedus Gembel Merapi mengamuk dan menewaskan Mbah Maridjan).

Lembaran-lembaran Lepas Fatah Yasin Noor

Fatah Yasin Noor
http://sastra-indonesia.com/

Lembaran 1

Secara tradisional, peringatan maulid Nabi Muhammad SAW di Banyuwangi telah ditegaskan dengan endhog-endhogan. Bentuk ektualisasi kecintaan pada Rasulullah itu dianggap memiliki kekhasan, unik, sekaligus kreatif. Ada pandangan keagamaan yang diselaraskan oleh sebentuk upacara ritual yang telah ada sejak lama. Acara endhog-endhogan, bagi masyarakat tradisional Banyuwangi, seperti sebuah kewajiban yang harus dilaksanakan setiap tahun, setiap memperingati Maulid Nabi. Tradisi endhog-endhogan itu sudah mengakar, yang akhirnya jadi bahasa budaya yang selalu melekat. Maulid dan endhog-endhogan tak bisa dipisahkan.

Sekali Lagi, Mengolah Pengalaman

Soni Farid Maulana
http://www.pikiran-rakyat.com/

ALHAMDULILLAH laman Mata Kata bisa kembali hadir ke hadapan kita semua. Dalam kesempatan kali ini, dua penyair dari Bandung (Rian Ibayana) dan Magetan (Syukur A. Mihran) mendapat kesempatan untuk tampil di halaman ini. Syukur alhamdulillah laman ini mendapatkan perhatian yang menggembirakan dari para pengirim puisi, meski hingga hari ini pihak manajemen belum bisa mengasih honorarium. Bagi Anda yang ingin turut serta memublikasikan sejumlah puisinya bisa dikirim ke matakata@pikiran-rakyat.com. Insya Allah akan dipilih dengan ketat.

Ketika Lukisan Kaligrafi Dipamerkan Selama Ramadhan

Chairul Abhsar
http://www.suarakarya-online.com/

Sebanyak 20 lukisan kaligrafi, karya seorang pelukis Kota Kembang Abu Djumhur dipamerkan di sebuah hotel berbintang di pusat Kota Bandung, Jawa Barat, Senin lalu.

Sebelumnya, saya juga menyaksikan pameran sejumlah lukisan kaligrafi di Taman Budaya Padang, Sumbar. Lukisan kaligrafi di Taman Budaya Padang menampilkan karya-karya AMY dt Garang dan Amir Syarif.

Melampaui Kritik Sastra Baru yang Terbaru

Hasnan Bachtiar *
http://sastra-indonesia.com/

Aku ingin meletakkan sekuntum sajak di makam nabi, supaya sejarah menjadi jinak dan mengirim sepasang merpati – Kuntowijoyo –

UPAYA susastra seorang sastrawan, adalah aktivitas sejarah. Betapapun di era kontemporer ini marak dikumandangkan karya sastra yang dianggap otonom, maka penulis sastra tidak pernah terbang dari bumi di mana ia berpijak.

A LETTER TO EMBASSY

SURAT MERAH!! UNTUK KEDUTAAN INDONESIA DI SAUDI…
Nuruddin Al Indunissy

Masih hangat di ingatan tentang sebuah nama, saudari kita yang dipancung di saudi.. iyah ia sudah tiada dan berita menggetarkan menyebar keseluruh dunia, lalu Indonesia seperti menangis semua hati pilu satu jiwa terbunuh demi satu kelalaian..

Satu leher terlihat jelas, dipenggal disaudi..

Puasa, Setan, dan Gempa

Emha Ainun Nadjib

PUASA itu melatih “tidak” karena kehidupan sehari-hari kita adalah melampiaskan “ya”. Sekurang-kurangnya mengendalikan “ya”. Mental manusia lebih berpihak pada “melampiaskan” dibanding “mengendalikan”.

Padahal, keselamatan peradaban, keindahan kebudayaan, tata kelola manajemen, kepengurusan negara dan kemasyarakatan lebih mengacu pada pengendalian daripada pelampiasan.

Ta’jil

Ahmad Zaini *
http://oase.kompas.com/

“Lagi-lagi Mbah Sumo bersikap seperti anak kecil. Ia selalu memperhatikan apa isi bungkusan yang menumpuk di sekitar para lelaki.”

Serambi masjid sore itu ramai oleh para jamaah yang mengikuti pengajian. Mereka duduk membentuk lingkaran dari satu titik hingga titik berikutnya. Mereka antusias mendengarkan ceramah yang disampaikan oleh ustadz babakan masalah agama khususnya tentang puasa Ramadhan. Kebetulan saat itu sudah memasuki hari kelima belas puasa bulan Ramadhan.

Kisah Lebaran Yang Ironis

Denny Mizhar *
http://sastra-indonesia.com/

Dalam menyambut lebaran Idhul Fitri ada tradisi di Indonesia yang tiap tahunnya tak pernah terlewatkan, yakni mudik ke kampung halaman dan silaturrahmi antar keluarga juga tetangga. Hal tersebut menandakan kemenangan setelah menjalani ibadah puasa Ramadhan selama sebulan penuh. Kemenangan yang perlu dirayakan dengan penuh makna. Tetapi, apakah semua masyarakat Indonesia yang beragama Islam dapat menikmati perayaan tersebut?

Novel Rinai Kabut Singgalang, Mendekatkan Sastra Lewat Televisi *

Gola Gong **
http://rinaikabutsinggalang.blogspot.com/

KETIKA saya membaca “Rinai Kabut Singgalang” (Rahima Intermedia, Januari 2011) karya Muhammad Subhan, langsung teringat sinetron. Ini bahan baku yang bagus untuk membuat sinetron, karena sangat cocok dengan selera pemirsa TV di negeri ini, yang senang dengan kisah mengharu biru. Di dalam dunia sinetron, ada istilah “soap opera convention”, yaitu tema popular seperti Cinderella syndrome, cinta terlarang, odyphus complex, petualangan, konflik dua keluarga, persahabatan, dan perselingkuhan. Tema-tema keseharian ini sangat digemari pemirsa sinetron di tanah air, karena merasa sangat dekat dengan kehidupan mereka.

Neolahabisme dalam Korupsi Alquran

M. Bashori Muchsin *
http://www.lampungpost.com/

SALAH satu “kado istimewa” yang diwariskan Nabi Muhammad saw. adalah mental pemberani menghadapi tantangan demi kebenaran, keadilan, kejujuran, dan harkat kemanusiaan.

Sebagai contoh, saat Nabi giat-giatnya mendakwahkan kebenaran wahyu Allah swt., datanglah kelompok Abu Lahab (elite kafir Qurays) yang bermaksud menghambat dan menghentikannya. Komunitas Abu Lahab itu tak menghendaki prinsip keadilan dan keadaban mendapat tempat di masyarakat. Demi mencapai maksud tersebut, mereka menawarkan takhta, perempuan, dan kekayaan kepada Nabi. “Sekalipun matahari, rembulan, dan apa pun di muka bumi ini kalian berikan kepadaku, aku tidak akan berhenti menyuarakan kebenaran, keadilan, dan kejujuran,” demikian jawab Nabi saat dirayu dan hendak dijinakkan Abu Lahab dkk.

PUstakapuJAngga.com

Sastra-Indonesia.com