Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2012

Kalimire’ng (Sungai Mendengar) “Burung Gagak dan kupu-kupu” *

Nurel Javissyarqi **
http://sastra-indonesia.com

Sebelumnya saya ucapkan Selamat! Atas terbitnya kumpulan sajak berlabel “Burung Gagak dan kupu-kupu” yang memuat kekaryaannya: Didik Hendrik Y, B. Soeryanto, D’Panca Aulia, Ainul Khilmiah, RH Suhud, Chidir Amirullah, S. Huda, Muh Ali Sarbini, Abijar PeA, Rakai Lukman, Aji Ramadhan, dan Gus Bram. Yang dalam pengantar buku ada catatan semacam ini:

TRAGEDI KEMATIAN MBAH SANGGROK

Agus Sulton
http://sastra-indonesia.com

Asal-usul nama tempat tidaklah terlepas dari sejarah atau tradisi lisan pendukung yang berkembang di masyarakat. Foklor ini adalah bagian dari kebudayaan masyarakat secara kolektif yang turun temurun dari penuturnya. Turunan cerita ini terkadang memiliki berbagai macam versi. Namun sebagai peneliti harus melakukan suntingan lebih lanjut berdasar cerita dan bukti pendukung untuk lebih mendekati cerita yang paling mendekati atau hampir mendekati dengan cerita sebenarnya.

Belajar dari Batu Nisan

Riza Multazam Luthfy
Riau Pos, 18 Nov 2012

‘’Bersukarialah semua makhluk hidup, karena mahkota umat manusia yang begitu indah pernah hidup!’’ (Epitaf di nisan Newton)

SELINGKAR tahun 1922, dunia digemparkan dengan maklumat yang dilempar oleh seorang pemburu berita kelahiran Georgetown. Ialah Carr V Van Anda, wartawan yang pernah masyhur sebagai managing editor terpenting dalam sejarah New York Times. Apa yang dilakukan? Demi menyibak tabir kebenaran, Van Anda membuka ruang liputan yang begitu lebar untuk penemuan makam Raja Mesir Tutankhamen.

Butir-Butir Asmaul Husna Di Negeri Kanguru

Masuki M. Astro
http://www.antarabali.com/

Penyair Zawawi Imron menggambarkan kemuliaan seorang ibu dengan amat memukau. Pria asal Madura itu dalam puisinya “Ibu” melukiskan, bila kasih ibu ibarat samudera, maka sempit lautan teduh.

“Kalau aku ikut ujian, lalu ditanya tentang pahlawan namamu, ibu, yang kan kusebut paling dahulu,” demikian bait puisi penyair si Celurit Emas itu.

Buah Tin dan Sejuta Manfaatnya

Didi Purwadi
Republika, 23 Agu 2011

Buah Tin. Namanya mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita. Di dalam Al-Qur'an pun terdapat surat tentang buah ini. Tetapi kita jarang atau bahkan belum melihat buahnya. Di Indonesia memang masih segelintir orang yang mencoba mengembangbiakannya.

Jika anda pergi ke Jakarta Timur, ada salah satu tempat pembibitan buah tin. Bertempat di jalan Cipinang Jaya no. 17, tempat pembibitan ini mengembangbiakan bermacam-macam pohon tin. Tempat ini juga menyelenggarakan kursus dan penyuluhan penanaman pohon tin.

PUstakapuJAngga.com

Sastra-Indonesia.com