Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2013

Hutang Kita pada Buku

Arif Saifudin Yudistira
Bali Post, 16 Des 2012

NEGERI ini dibangun dan didirikan tak mungkin lepas dari peradaban buku. Buku mencipta perubahan, buku menggerakkan founding fathers kita untuk membentuk negeri ini. Betapa Sukarno adalah pengagum dan penggemar buku-buku marxis, buku-buku sosialis, pemikiran Gandhi, hingga Tan Malaka.

Puisi Tinju Muhammad Ali

Iwan Nurdaya Djafar *
Lampung Post, 24 Maret 2013

TEMA puisi bisa beraneka warna. Ada penyair yang menulis tentang daun gugur, ihwal kerinduannya terhadap Tuhan, perihal asyik-masyuknya percintaan, dan entah apa lagi. Tapi di tangan Muhammad Ali, seorang petinju peraih gelar Juara Tinju Kelas Berat Dunia sebanyak tiga kali yang rupanya berbakat menulis puisi, dia mengacungkan tinju sebagai tema puisi. Maka jadilah apa yang disebutnya puisi tinju!

Kala Penyair Merindukan Rasul

Iwan Kurniawan
Media Indonesia, 24 Feb 2013

SAMBIL merapikan pecinya, penyair Taufik Ismail, 77, melangkah perlahan dari sudut kiri deretan kursi penonton menuju ke sebuah panggung. Wajahnya masih terlihat segar malam itu.

Tubuhnya yang tua sudah sedikit membungkuk, tapi panggilan jiwa untuk bersajak seakan tak pernah lekang. Sesekali ia terbata-bata saat berbicara. Sesekali pula ia tersenyum ranum.

BERGURU PADA SEJARAH, MEMETIK HIKMAH BERUBAH

Sutejo
Majalah Dinamika PGRI

Dalam tafsir Ibnu  Katsir jilid 4 (hal. 774), ada penafsiran menarik terkait dengan pentingnya menulis. Penjelasan  ayat [yang merupakan sumpah Allah], Nuun, demi kalam dan apa yang mereka tulis; terdapat uraian yang menggetarkan saya. Untuk lebih afdalnya dikutipkan sebagai berikut.

Dinamika Sastra Pop Pesantren

Linda S Priyatna
Suara Karya, 30 Maret 2013

SECARA kualitatif, dinamika sastra pesantren bisa kita analisis. Salah satunya adalah melalui pelbagai macam perubahan serta pergeseran corak orientasi paradigmatik yang menjadi substansi dalam karya sastra yang bersangkutan. Maka, bertambahlah ‘spesies’ baru, khazanah sastra pesantren mutakhir; sastra pop pesantren dan sastra pesantren yang subversif. Keberadaan dua spesies baru ini tidak hanya melengkapi dan menemani kanon sastra pesantren yang sudah ada, tetapi juga di banyak sisi menyimpan suatu potensi dialektis dan kritis baginya; intertextual clash (benturan intertekstual).

Tuhan, dari Masa ke Masa

Riza Multazam Luthfy
Harian Haluan, 3 Feb 2013

Apa yang dipegang teguh oleh Karen Armstrong mempunyai keserupaan dengan Arnold Toynbee sejarawan terke­muka asal Inggris. Karen Armstrong menancapkan postulat bahwa manusia merupakan makhluk spiritual. Hal ini bisa ditelisik dari sejumlah kajian yang bertahun-tahun genap dila­kukan.

PUstakapuJAngga.com

Sastra-Indonesia.com