Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2014

Mari Berkarya Bersama-sama

Buku Gotong Royong
Tema: “Buku, Istimewa”

Salam Baca
AG. Alif (Awalludin GD Mualif), Koskow

Menulis adalah salah satu nilai budaya yang turut serta merawat, menjaga, dan melestarikan peradaban dengan meletakan simbol grafis yang mewakili bahasa yang dimengerti orang lain. Untuk menyampaikan berbagai gagasan/ ide, pendapat, atau pikiran serta perasaan yang bersifat aktif produktif.

DZIKIR-DZIKIR CINTA (Potret Romantisme Di Pesantren)

Nita Zakiyah
http://niethazakia.blogspot.com

A. Pendahuluan
Sastra merupakan salah satu cabang kesenian yang di ungkapkan dengan media bahasa, telah berada di tengah-tengah peradaban manusia dan di terima sebagai suatu realitas sosial budaya sejak ribuan tahun yang lalu. Sepanjang perjalanannya sastra mengalami perkembangan dari masa ke masa. Sastra itu sendiri tidak hanya mengandung nilai-nilai budi, imajinasi, dan emosi tetapi telah di anggap suatu karya kreatif yang hidup dalam suatu masyarakat baik hanya di manfaatkan oleh suatu komunitas tertentu maupun berbagai golongan (masyarakat luas) sebagai konsumsi intelektual di samping konsumsi emosi(Semi, 1990:1)

Sastra Seksual dan Pembusukan Budaya

Aguk Irawan Mn
Republika, 10 Okt 2004

Fenomena terakhir, setelah dunia sastra kita dipenuhi dengan maraknya tren sastra Islami (akrab disebut syi’ar Islami), yang memilik genre sastra tersendiri. Secara mengejutkan tiba-tiba saja sastra berbau seks begitu melimpah dan menghampar persis di depan wajah kita. Bahkan kehadirannya seakan telah berani menantang model sastra sebelumnya yang dengan sembunyi-sembunyi bagaimana ia harus mengungkapkan bahasa kelamin yang tabu itu.

Ki Ronggowarsito dan Karya-karyanya

http://nusadwipa.blogspot.com

Pada hari Senin Legi tanggal 10 Zulkaidah tahun Jawa 1728 atau tanggal 15 Maret 1802 Masehi kurang lebih jam 12.00 siang lahirlah seorang bayi dirumah kakek yang bernama R. Ng. Yosodipuro I, seorang Pujangga Keraton yang terkenal dijamannya. Bayi yang baru lahir itu diberi nama Bagus Burham. Sejak umur 2 tahun sampai 12 tahun Bagus Burham ikut kakeknya.

Mengenal Ronggowarsito: Peramal Legendaris Indonesia

Mulyadi SA
www.indospiritual.com

Nama Raden Ngabehi Ronggowarsito memang sudah tidak asing lagi. Dia adalah seorang pejangga keraton Solo yang hidup pada 1802-1873. Tepatnya lahir hari Senin Legi 15 Maret 1802, dan wafat 15 Desember 1873, pada hari Rabu Pon. Pujangga yang dibesarkan di lingkungan kraton Surakarta ini namanya terkenal karena dialah yang menggubah Jangka Jayabaya yang tersohor hingga ke mancanegara itu. Hingga sekarang kitab ramalan ini masih menimbulkan kontroversi.

Surau tempat Ronggowarsito menimba ilmu

Edy Susanto
http://krjogja.com

Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur ternyata menyimpan banyak petilasan yang memiliki nilai sejarah tinggi dalam penyebaran agama Islam. Salah satunya adalah wisata religius kawasan Tegalsari, Kecamatan Jetis, kurang lebih 10 kilometer arah tenggara Kota Ponorogo.

Gus Dur dan Republik

Akhmad Sahal
Kompas, 25/09/12

Negara Indonesia, kita tahu, berbentuk republik dan berasaskan Pancasila. Bukan negara Islam yang berlandaskan syariah. Lantas, apa dasar syar’i-nya bahwa umat Islam di negeri ini mesti loyal terhadapnya? Mengapa mereka mesti taat terhadap konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)?

Ketika Bahasa Agama Rontok

Ahmad Syafii Maarif
Kompas, 15/11/12

Kemenangan Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama dalam Pilkada DKI Jakarta 2012 tanpa dukungan partai agama mungkin dapat juga diartikan sebagai semakin rontoknya bahasa agama untuk merebut simpati pemilih, baik pada putaran pertama maupun putaran kedua.

Gerakan Paderi dan Puifikasi Islam

H Marjohan *
www.harianhaluan.com, 10 Nov 2013

Dalam sebuah Hadits yang shahih lagi mutawatir, Nabi Muhammad SAW bersabda: al-Islamu ya’lu wa la-yu’la ‘alaihi (Islam itu unggul dan tidak satu pun ajaran yang mampu menandingi keunggulan Islam). Namun, ketinggian Islam akan tetap bertengger di awang-awang bila umatnya enggan membawa turun ke peradaban bumi. Melangitkan yang menggeliat di pelataran bumi serta membumikan yang bergelayut di langit (wahyu) itulah gawe pokok pemuka Islam. Dalam satu kali tarikan nafas: disebut tajdidu fi al-Islam! (pemba(ha)ruan/purifikasi Islam.

Hak Allah dan Sesama Hamba

A Mustofa Bisri
Kompas, 18/08/12

Bahkan satu bulan—di antara 12 bulan—yang dianugerahkan Tuhan, nyaris tidak kita gunakan sebagaimana mestinya. Rutinitas kesibukan yang tidak begitu jelas tetap saja berlangsung di bulan yang kita sebut-sebut sebagai bulan suci.

Gegap gempita kita menyambut bulan Ramadhan. Bahkan, untuk lebih menunjukkan penghormatan kita kepada bulan istimewa itu, kita perlukan memasang spanduk di jalan-jalan. ”Marhaban Ya Ramadhan. Selamat Datang, Bulan Ramadhan. Hormatilah Bulan Ramadhan!”

Novel Tak Bertuan

(Expresi diantar­­­­­­­a nilai-nilai moral dan agama)
Awalludin GD Mualif
sastra-indonesia.com

Novel sebagai bagian dari karya sastra, mempunyai bentuk dan proses penceritaanya sendiri yang terikat dalam hukum-hukumnya. Proses dan bentuk yang menghasilkan kecemasan, ketakutan serta harapan, sebab akibat, penyampaian gagasan, nilai pesan-pesan dalam frame dan dunia yang diciptakan penulisnya. Seperti Tuhan yang menciptakan semesta, sebagai latar bagi insan, demikian juga manusia (penulis) mencipta karya sastra, dimana unsur sastra menjadi latar bagi para tokoh yang digambarkan oleh penulis.

PUstakapuJAngga.com

Sastra-Indonesia.com