Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2014

Pemikiran Kiri Islam Hasan Hanafi

Khoirur Rizal Umami *
pesantrenbudaya.blogspot.com

Inspirasi kiri islam timbul karena melihat keberhasilan ropolusi islam di Iran, dimana rakyatnya tegak kokoh melawan tekanan militer dan menumbangkan rejim syah atas nama islam untuk menumpas otoriter. Maka dapatlah dilihat bahwa kiri islam adalah benteng pelindung bagi islam, yang akan mengembangkan reformasi agama.

Oposisi Pasca Tradisi (telaah ringkas atas karya hassan hanafi)

Zaenal Abidin Riam *
zaenalabidinriam.blogspot.com

Buku ini merupakan salah satu karya Hassan hanafi yang penting untuk dibaca, buku ini menjadi salah satu bukti ketajaman Hassan hanafi dalam mengeksplorasi ruang pemikiran islam. Buku “oposisi pasca tradisi” tidak kalah penting jika dibandingkan dengan “yasar al islam” (kiri islam). Melalui analisis yang tajam dibantu dengan pemahaman keislaman yang memadai Hassan hanafi kemudian mencoba melacak genealogi perkembangan tradisi semenjak zaman islam klasik hingga zaman modern, menariknya Karena pembacaan hanafi terhadap tradisi tidak sekedar pembacaan an sich tetapi juga disertai dengan berbagai kritikan yang membuat tradisi terfilter dengan sendirinya.

Rekonstruksi Pemikiran Tafsir Sayyid Qutb

Asif Trisnani
putrakatong.blogspot.com

Proyek “al-Nash wa al-waqi” atau “al-Wahyu wa al-Waqi’” yang sering digembor-gemborkan oleh Hassan Hanafi, menurutnya adalah merupakan paradigma dan kata kunci dalam memberikan interpretasi terhadap sebuah karya turats Islam. Berangkat dari keprihatin Hassan Hanafi terhadap hegemoni intelektual masyarakat Islam yang hanya berkutat di wilayah langit (nash) tanpa menyentuh persolaan-persoalan bumi (waqi’), sehingga pada tataran akhir, turats hanya sekedar khazanah klasik yang dikultuskan, tanpa upaya-upaya konstruktif untuk menjawab persoalan-persoalan actual dalam masyarakat. Realitas sosial bagi Hassan Hanfi merupakan persoalan prioritas untuk mendapatkan perhatian bagi para pembaharu Islam.

KUNTOWIJOYO DALAM MAKLUMAT SASTRA PROFETIK

Imamuddin SA
http://sastra-indonesia.com

Siapa yang tidak kenal dengan Kuntowijoyo! Ia seorang sastrawan, budayawan, sekaligus akademisi yang lahir di Yogyakarta 18 September 1943. Ia salah seorang maestro yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Karya-karyanya sungguh luar biasa dan menjadi karya besar. Melalui karya-karyanya, Kuntowijoyo mengantongi berbagai macam gelar. Cerpenya yang berjudul “Laki-Laki yang Kawin dengan Peri “(1995), “Resolusi Perdamaian” (1996), “Anjing-Anjing Menyerbu Kuburan” (1997), dan “Jalan Asmara Dana” (2005), meraih penghargaan sebagai cerpen terbaik Kompas. Cerpenya yang berjudul “Dilarang Mencintai Bunga-Bunga” (1968) memperoleh hadiah pertama dari majalah Sastra. Naskah dramanya yang berjudul “Rumput-Rumput Danau Bento” meraih hadiah harapan dari BTNI (1968). Sedangkan baskah dramanya yang berjudul “Tidak Ada Waktu bagi Nyonya Fatma, Barda, Cartasm” dan “Topeng Kayu” memperoleh hadiah kedua dari Dewan Kesenian Jakarta.

PUstakapuJAngga.com

Sastra-Indonesia.com